Langsung ke konten utama

Anton Tony Mote Mengeluh Soal Kepunahan OAP




Pelaku dunia kesehatan di tanah Papua, dr Anton Tony Mote berkeluh kesah soal kepunahan Orang Asli Papua (OAP) yang tidak pernah naik dari angka, 2,5 juta jiwa.
Menurut Mote, angka ini tidak pernah naik sejak 2001. Pendataan yang dilakukan di tahun-tahun selanjutnya, tidak menunjukkan kenaikan jumlah penduduk yang signifikan.
Kata Mote di wall facebook-nya (3/5), pertumbuhan penduduk di Papua tidak pernah meloncak karena beberapa alasan.

Kawin Keluar
Orang Papua suka perempuan melayu ketimbang perempuan Melanesia. Jarang orang Papua cari pria atau wanita dari Wiwek, Vanimo atau dari Salomon Island.

Penyakit Malaria, TBC, HIV dan AIDS
Dalam banyak kasus, orang Papua mati banyak akibat penyakit Malaria, TB, HIV dan AIDS. Orang Papua juga jarang ke rumah sakit. Sakit sedikit, badan turun (kurus), pamalas ke Puskesmas, alasannya, takut dibilang pengidap HIV.

Miras
Mote juga menyebutkan, orang Papua banyak mati akibat miras atau minuman keras.

Dibunuh Militer

Banyak orang Papua juga diburuh militer. Mereka dibunuh ketika memperjuagkan Hak Asasi mereka, yaitu kedaulatan bangsa Papua diantara bangsa-bangsa lain.

Kecelakaan Kendaraan
Dokter muda Mote ini juga menyebutkan, orang Papua juga mati akibat jatuh dari motor atau ditabrak mobil. Banyak kasus di rumah sakit, orang Papua tidak selamat karena kecelakaan lalu lintas.

Program Keluarga Berencana (KB)
Salah satu penyebab OAP sedang menuju kepunahan, adalah karena program nasional Keluarga Berencana (KB) yang juga diikuti banyak keluarga di tanah Papua.

Saran dan Masukan
Menanggapi sharing ini, Viktor Manuhutu dalam bahasa Inggris menulis, semoga pak Dokter bisa berbuat sesuatu yang terbaik bagi tanah Papua.
Agnes Maryam mengatakan, untuk menghadapi kepunahan etnis Papua, sebaiknya kawula muda membuat sesuatu yang lebih berarti bagi kehidupannya. "Lebih banyak Real actionnya buat kaula muda, remaja, dan anak2, misalnya saja melakukan kegiatan2 olahraga, seni, kerohanian, pendekatan secara jasmani dan Rohani, sehingga dapat membangkitkan semangat juang dan semangat hidup yang lebih baik.. Harapannya Pemerintah lebih berperan aktif dalam mendukung serta dlam penyediaan sarana dan prasarana. Thx Bapa Dokter, walaupun Forumnya Non formal tapi sdh di beri kesempatan bicara.. God Bless Papua", tulisnya.
Silvester Mote, menulis: "Tugas Pemda dan Medis: DAN Ahli Gizi coba KARANTINA bagi Pemuda/i yg baru atw mau kawin lokasi Khusus rawat donk sejak pelaminan,tahapan pembibitan hingga bertelur dan beranak dilokasi Khusus dibiayai dari dana otsus tara usa batasi jumlah anak hingga maximum tentukan oleh pendamping dan si pelaku 10 pasangan bisa menghasilkan 5 anak udah 50 orng sehat dan bahagia bila perlu dihutan Belantara haaahaaa malam semua.
Silvester juga menambahkan, konsep KARANTIKA ini pernah dipakai oleh negara UGANDA, ketika Negara itu talepas dari Penjajahn perancis,Uganda memerlukan salah satu sayra at mendirikn negara Baru adalah Jumlah Penduduk tdk mencukupi ,oleh sebab itu sdara2 kita nih tempuh cara karantinakan , kini negara Uganda adalah salah negara Afrika yg sudah cukup maju di Benua Hitam itu.
Menurut Samdey Carolina Rumbino, semakin sulit karna toko miras dan tempat prostititusi tumbuh seperti rumput liar sulit dikendalikan karna didukung oleh pemerintah.


Sumber : http://swarapapua.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2