Langsung ke konten utama

Hadirnya Otsus Di Papua Bukan Solusi Namun Masalah

(Ilustrasi Dana Otsus Papua, P.Yatipai/SP)

            Opini/SP --Negara kesatuan republic Indonesia (NKRI) dikatakan sebagai negara hukum, namun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di republic ini, selalu saja di selimuti dengan berbagai macam konflik. namun masalah-masalah tersebut tidak dapat di atasi dengan seadil-adilnya. Masalah-masalah tersebut tidak juga ada titik akhirnya. Penyerapan hukum dilapangan saja selalu memihak. Kalau sebagai Negara hukum, menjalankan aturannya sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Kami sebagai anak bangsa, sangat prihatin dengan pemberlakuan undang-undang dalam kehidupan di repubik ini.
            Kondisi di Papua secara umum sangat memprihatinkan dari sejak tahun 1960-an sampai pada tahun 2015 ini. Kenapa hal ini terus saja berlangsung dari masa ke masa, Kita akan bertanya-tanya , apa penyebabnya sehingga dari waktu ke waktu di palau Cenderawasih ini, kesuburan akan berbagai macam masalah. Awalnya, saya pikir dengan hadirnya Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua sebagai solusi yang sangat tepat. Namun, ketika  mengikuti perkembangan otsus di tanah Papua,sejak awal otsus masuk sampai disaat ini, malah kondisi di Papua terus saja sebagai wilayah yang sangat kesuburan akan berbagai macam masalah. Salah satu Bukti di lapangan yaitu dengan dana Otsus ini, Pemerintah mendirikan sebuah Gedung Pasar untuk orang Asli Papua (OAP), namun yang menggunakan dan menikmati aset pemerintah tersebut adalah orang-orang non-Papua (Amber). Jadi, selama ini, orang papua dijadikan sebagai alat. Nah, ini berarti, suatu diskriminasi yang sedang pakai oleh Negara , melalui Otsus di bumi cenderawasih ini. suatu ketidak adilan yang sedang Negara pakai dalam kehidupan rakyat Papua itu sendiri. Segera menarik Otonomi Khusus dari tanah Papua, dan harus mengambil langkah yang tepat dalam menangani semua kekerasan diatas tanah Papua ini.  Negara kesatuan republic Indonesia dikatakan sebagai Negara hukum, tapi, kenapa di Palau Papua ini di juluki sebagai pelanggaran HAM  tertinggi di dunia. Kami tahu bahwa hadirnya otsus sebagai solusi atas berbagai kekerasan di Papua, namun kenapa kekerasan di Papua selalu saja ada. Berarti di balik itu, ada solusi tepat yang pemerintah pusat sedang menyembunyikan terhadap orang-orang Papua. Pemerintah harus membuka ruang demokrasi bagi orang Papua.
Pemerintah pusat segera menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh anak-anak pribumi Papua Melanesia ini. Kalau melalui jalur Oksus memang tidak pantas dan tidak cocok dalam menangani kekerasan-kekerasan di Papua. Pemerintah perlu mengambil solusi yang tepat dalam memberantas kasus-kasus pidana yang kian membara di bumi cenderawasih ini. lebih khusunya tentang pelanggaraan-pelanggaraan terhadap kemanusiaan di Papua, masalah kesejateraan dan lain sebagainya. Kalau memang pemerintah pusat tidak serius dalam menangani kekerasan-kekerasan di Papua, silahkan mengakui kedaulatan bangsa Papua.
Langkah yang harus diambil oleh pemerintah pusat, dalam menangani berbagai konfilk di Papua salah satunya adalah : Pulau Papua harus memisahkan diri dari Negara kesatuan republic Indonesia, namun juga harus mengadakan dialog terbuka, antara Papua dan Jakarta, supaya melalui dialog tersebut semua pihak mengetahui pokok persolan utama dan harapan Orang Asli Papua (OAP)  yang sedang merinduhkan disaat ini , agar semua  anak-anak negeri ini pun, dapat menyampaikan harapan dan kerinduan mereka melalui dialog ini, dan itulah Resolusi Orang Papua Melanesia. pemerintah pusat harus membuka ruang dialog agar masyarakat Papua dapat menyampaikan pendapatnya. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28E Ayat (3) “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. kalau hal ini, pemerintah pusat tidak mengadakan maka, yang ada hanyalah berita duka, peperangan, dan wibawa nama NKRI terhadap Negara-negara lain akan hancur. Jadi, Kedua langkah tersebut adalah solusi yang sangat tepat, untuk memusnahkan berbagai konflik diatas tanah Papua


Penulis adalah Mahasiswa Papua yang sedang melanjutkan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat



Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Oleh : Petrus Yatipai


Opini/Suara Penindasan --- Bicara tentang sampah pasti yang ada di benak kita adalah kotor, kumuh, dan menjijikan, memang benar ya. Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar dikota-kota besar di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di ibu kota republic ini. Berbgai upaya penanganan sampah sudah di coba oleh pemerintah namun hasilnya belum saja maksimal.
Sampah merupahkan material sisa yang tidak diinginkan  keterpakaiannya ,dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah yang ada hanya produk-produk yang dihasilakan dan selama proses alam tersebut berlangsug. Untuk mengatasi pembuangaan sampah disembarangan tempat, harus tanyakan diri pribadi seseroang dan  kesadarannya.
Membuang sampah pada tempatnya, adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara rutin dimana pun kita berada, tanpa kenal lelah. Dengan kita melakukan hal seperti ini, maka hidup kita pun akan nyaman . Jadilah teladan bagi orang lain, agar orang lain pun berbuat demi…