Langsung ke konten utama

Enggelbertus Gobai Dikeroyok 6 OTK di Pasting Sanggeng Manokwari

Enggelbertus Gobai yang dikeroyok 6 OTK asal Papua. Foto: PY.



Manokwari/GANIMAKAI News --- Enggelbertus Gobai dikeroyok 6 orang tak kenal (OTK) di Pasar Tingkat (Pasting) Sanggeng, Manokwari, Kamis (04/06/15) pukul 12.30 WPB.
Korban dipukul di mata, pipih, dan sekitarnaya hingga pecah dan mengeluarkan darah.  Enggelbertus Gobai adalah seorang mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Creatindo Manokwari, Papua Barat.
Ketika ditemui Beko Online tadi siang dikediamannya, Gobai mengatakan, dirinya dikeroyok 6 OTK ketika hendak mengeluarkan kartu SIM Handphone (HP) yang tersumbat di sebuah servis HP di Pasting Sanggeng Manokwari.
“Tadi siang, saya dari rumah turun ke konter Hp di dekat Pasting Sanggeng untuk mengeluarkan kartu HP yang tersumbat di tempat SIM HP saya ini,” ujarnya.
Lanjut Gobai, “Setelah selesai, saya meninggalkan konter HP itu. Kemudian di tengah jalan, saya dihadang oleh 6 orang pemuda tak dikenal dan saya dipukuli.  Kemudian saya melarikan diri ke rumah.”
Gobai mengatakan, pelaku adalah orang Papua yang berasal dari daerah pantai.
Hingga kini, Gobai sedang minum obat yang diberikan pihak kesehatan di tempat kediamannya di Pondok Ugii-Wegee Reremi Pemda, Manokwari.

Inilah Kronologis Kejadian

Enggelbertus Gobai (korban) keluar dari rumahnya menuju konter HP di dekat Pasar Tingkat (Pating) Sanggeng Manokwari dengan tujuan untuk mengeluarkan kartu SIM HP-nya yang tersumbat di tempat SIM HP-nya, Kamis (04/06/15) pukul 11.45 WPB.
Setibanya di konter, pihak konter meminta dana Rp.300.000,00,- untuk mengeluarkan kartu SIM HP-nya itu. Uang yang dibawa korban tidak mencukupi untuk memperbaiki insiden HP-nya itu. Sehingga korban meninggalkan konter HP itu.
Ketika berjalan pulang, korban dihadang 6 orang pemuda tak dikenal asal daerah pantai Papua yang tak dikenal. Seorang menghadang dari arah depan, kemudian orang kedua dan ketiga masuk dari samping kiri dan kanan korban. Sedangkan, 3 orang tak dikenal lainnya berdiri di depan.
Orang ketiga yang masuk dari arah kanan korban langsung merampas HP korban merek Ipad Samsung Galaxy Tab. Kemudian korban mengatakan, “Hei, kamu bikin apa? Jangan pencuri saya punya HP itu! Tidak boleh begitu!”
Setelah itu, korban maju selangkah ke depan. Ketika itu juga, keenam orang pemuda tersebut mengeroyok korban. Sehingga, mata, pipih dan sekitarnya berdarah.
Kemudian, korban berlari meninggalkan tempat kejadian itu. Keenam pemuda tersebut turut mengejar korban dari belakang. Namun, pelaku tidak berhasil mendapatkan korban tersebut.
Pada pukul 12:25 WPB, teman-teman korban datang ke tempat kejadian, namun pelaku tidak ada ditempat. (Ogee/GANIMAKAI News)


Sumber : majalahbeko.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2