Langsung ke konten utama

Kata-Kata Mother Teresa Dalam Pelayanannya Di Kalkuta


(Fhoto Ibu Teresa dari Kalkuta P.Yatipai/SP)

Oleh : Petrus Yatipai

Inilah baru permulaan, jalan masih panjang dan penuh dengan bahaya.

Aku hanyalah pensil dalam tangan Tuhan. Tapi, dialah yang menulis.

Tuhan apa yang kau inginkan dariku? Mengapa aku tidak bisa seperti biarawati yang lain?
Bapa,  aku perlu ungkapkan. Yesus memintaku melakukan sesuatu. Dan saya tak bisa menolak mendengarkan dia.

Aku telah tinggal di kota ini, dua puluh tahun, tapi seolah-olah aku melihat kota ini pertama kalinya.
Hanya sekarang aku tahu bahwa, tempatku bukanlah di Biara Entally, melainkan di jalanan Kalkuta. Bersama dengan yang termiskin, dari yang miskin.

Yesus telah mengankat tangannya, dan aku harus mengikutinya sampai akhir.
Aku hanya melakukan apa yang di perintahkan kepadaku.

Aku berjanji kepada Tuhan bahwa Aku akan selalu menjadi biarawati, dan aku akan terus menjadi biarawati seumur hidupku.

Jika sakitku dan kegelapanku menghiburmu, lakukan apa yang kau inginkan dariku, Tuhan Yesus. Jika perpisahanku darimu membuat orang lain susah dan kasih mereka membawakanmu sukacita, Yesus, aku siap untuk menderita. Kehendakmu adalah segala yang kuinginkan. Sekarang aku tahu bahwa kau tak pernah meninggalkan aku.

Saat aku berbicara kepada orang-orang tentang kasih Tuhan, tentang kehadirannya diantara orang-orang miskin, kata-kataku memberikan kekuatan dan aku tersenyum. Tapi didasar hatiku aku tidak dapat tersenyum. Yang ada hanya kegelapan.

Hidup adalah hidup. biar kita selalu mempertahankannya dengan senyum. Membantu yang lemah, yang  sakit, yang miskin, yang tua. Melindungi anak-anak kita dari budaya pembedaan dan kematian.
Melindungi hak hidup dari pengertian kematian. Dan jika seseorang tidak sanggup melakukannya, percayakan mereka kepadaku. Mari kita berdoa.

Kita tidak boleh pernah takut menjadi beda dan pertentangan  dengan dunia ini.
Tuhan, jadikanlah aku alat perdamaian.

Dimana ada kebencian, biarlah aku membawa kasih.
Dimana ada dendam, biarlah aku membawa pengampunan
Dimana ada keraguan iman, biarlah aku meneguhkan imannya.
Dimana ada keputusasaan, biarlah aku membawa harapan.
Karena kita mengampuni, kita diampuni.
Melalui kematianlah kita hidup diberi kekal.


Percakapan Mother Teresa dan Si Lelaki Tua Berjenggot Panjang Di Pinggiran Jalan Raya Kalkuta

Suatu saat, Ibu Teresa mengelilingi di Kota Kalkuta, ia melihat seorang sedang terbaring dipinggir jalan Raya, Ia adalah seorang lelaki tua yang berambut putih dan berjenggot panjang. Ibu Teresa, mulai merapat kemudian memberikan air untuk si lelaki tua itu minum. Lalu, kata si Lelaki tua itu. Apakah kau mencari seseorang? Ya. Jawab Ibu Teresa. Siapa? Kata, Si berjenggot panjang. Lalu menjawabnya katanya, Tuhanku. Si lelaki tua kemudian bertanya lagi. Apakah yang kau bekerja untuknya? Jawab Ibu Teresa: Ya. Untuknya. Kemudian ia bertanya lagi, Apa dia senang dengan pekerjaanmu? Aku tidak tahu. Jawab Ibu Teresa. Lalu si lelaki tua, berambut putih berjenggot panjang bertanya, Mengapa kau ingin menemuinya? Jawab Ibu Teresa, Karena kumerasa tersesat tanpanya. Pergilah dalam damai. Pelayan yang baik, jangan pernah lupahkan mereka yang kerja baginya. Kata, si lelaki tua itu. Kemudian, Ibu Teresa meninggalkan si lelaki tua itu dan Pergi.


Penulis adalah Mahasiswa Papua yang sedang melanjutkan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat.

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…