Langsung ke konten utama

Papua Melalui ULMWP PIF Di Bangkitkan


Logo Pasifik Islands Forum (PIF) Ke-46


Oleh: Petrus Yatipai



        Opini/SPDengan akan berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-46 di tingkat Pasific Islands Forum (PIF) Yang akan berlangsung besok senin, 7-11 september 2015 di Papua New Guinea (PNG) dengan beberapa Agenda yang telah ditetapkan untuk membahas dalam konfrensi se-pasifik tersebu, maka seluruh Orang Papua,Organisasi-organisasi Pergerakan Pembebasan Papua Barat,PNWP NRFPB,dan WPNCL, dan seluruh simpatisan pendukung Pembebasan Kemerdekaan Papua Barat,yang berada diluar Negeri maupun didalam Negeri kita satukan ide, pendapat, pandangan antara satu dengan yang lain,untuk maju melawan Kolonial Negara Repoblik Indonesia dengan berdiri dijalan yang benar sebagai Orang Asli Papua. Kita berkomitmen bersama didetik ini, tanpa kenal kata diskriminasi sebagai orang Melanesia di Papua yang sedang ditindas oleh Negara colonial Indonesia.

            Memupuk dan membangun rasa Nasionalisme persatuan dan kesatuan kita dalam mendukung wadah besar yang telah dibentuk yakni, United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) adalah Persatuan Perlawanan Pembebasan Untuk  Papua Barat, oleh para di plomat Tuan-tuan aktivis kita di Vanatu beberapa waktu yang silam.

            Inilah cara Allah Bangsa Papua menyatuhkan kita melalui para pejuang-pejuang kita yang berada tingkat Nasional maupun ditingkat Internasional untuk mendirikan-Nya wadah ULMWP ini. Maka,ya dan tidak seluruh lapisan masyarakat harus bersatu dan mendukung ULMWP sebagai suatu organisasi besar yang akan mengakhiri semua penindasan yang sedang berlansung selama  ini, dengan hadirnya ULMWP telah menghasilkan Papua terdaftar sebagai Tim Observer (Pengamat) di tingkat MSG kemudian dalam KTT Ke-46 se-pasifik di PNG Port Moresby besok status Papua akan dibicarakan dalam Konferensi itu.

            Penulis mengajak kita anak-anak Melanesia di Papua, baik yang berada di dalam kota, maupun yang dihutan agar merapatkan barisan untuk mendukung ULMWP dalam bentuk Doa,dan  tindakan-tindakan kita agar Papua boleh masuk di tingkat Pasific Islands Forum (PIF) besok dalam KTT di Port Moresby.

           Saudara-saudara kita dipasifik , mereka sangat apresiasi untuk menyambut kita kembali ke pankuan ibu Pasifik, karena kita punya pulau Papua ini dicuri oleh orang-orang yang kurang bertanggung jawab,sehingga semua harta kekayaan yang terkandung  didalamnnya pun ikut dicuri. Untuk itu, ULMWP dibentuk supaya semuanya itu dikembalikan ke semula.

        Penulis mengajak seluruh lapisan rakyat Bangsa Papua Barat yang merasa berambut Keriting dan berkulit hitam Melanesia supaya, kita jangan terpancing/ terpengaruh dengan tawaran-tawaran Negara Republik Indonesia dalam bentuk apa pun, untuk menghalangi/menghambat Proses Perjuangan Pergerakan Pembebasan Papua Barat yang sedang di kemudi oleh ULMWP di tingkat MSG dan para diplomat kita akan melobby ULMWP menuju masuknya Papua ke Pasific Islands Forum (PIF) yang akan diterima Papua sebagai keanggotaan PIF pada beberapa hari kedepan.

           Seluruh rakyat Bangsa Papua Melanesia harus fokus ke PIF dalam beberapa hari kedepan ini, jangan kita terprovokasi dengan kepentingan-kepentingan pribadi kita, namun lihatlah kehidupan Bangsa Papua kedepan yang sedang diperjuangkan oleh Tuan-tuan aktivis kita melalui wadah ULMWP di tingkat PIF ini. Di plomat kita diluar negeri mereka sudah bersatu. Bagaimana dengan kita dalam negeri ini, apakah kita tinggal diam, ataukah tanamkan prinsip otoritas dalam hal mendukung Tuan-tuan diplomat kita yang sedang menangis melihat semua jeritan dan tangisan yang dihadapi oleh anak-anak negeri Melanesian di Papua yang tiada titik akhirnya ini.

        Penulis mohon, kita jangan saling  menjual satu sama lain, nyawa manusia sangat berharga dibanding dengan kekayaan-kekayaan duniawi.

        Mari seluruh rakyat papua bersatu mengikuti garis Komando yang telah dibuat oleh pemimpin-pemimpin Negara MSG, dan seluruh aktivis diplomat kita melalui  ULMWP masuknya Papua kedalam kelompok Pasific Islands Forum (PIF) biar kami orang asli papua Melanesia boleh terbebas dari semua kekerasan yang dilakukan oleh APARAT Indonesia diatas negeri susu dan madu yang dijuluki sebagai negeri surga kecil ini. Kalau kita orang Papua sendiri tidak bertindak untuk melawan colonial dari tanah Papua ini, siapakah yang akan membantu kita, sedangkan kita tuan rumah saja tidak  bergerak untuk melawan semua penindasan yang kian membara ini.
Saat Inilah kesempatan yang bagus buat kita orang papua untuk bertindak melawan penjajah dari tanah papua ini. hanya Satu Kata, LAWANN.



Penulis adalah Mahasiswa yang sedang melanjutkan  pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Oleh : Petrus Yatipai


Opini/Suara Penindasan --- Bicara tentang sampah pasti yang ada di benak kita adalah kotor, kumuh, dan menjijikan, memang benar ya. Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar dikota-kota besar di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di ibu kota republic ini. Berbgai upaya penanganan sampah sudah di coba oleh pemerintah namun hasilnya belum saja maksimal.
Sampah merupahkan material sisa yang tidak diinginkan  keterpakaiannya ,dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah yang ada hanya produk-produk yang dihasilakan dan selama proses alam tersebut berlangsug. Untuk mengatasi pembuangaan sampah disembarangan tempat, harus tanyakan diri pribadi seseroang dan  kesadarannya.
Membuang sampah pada tempatnya, adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara rutin dimana pun kita berada, tanpa kenal lelah. Dengan kita melakukan hal seperti ini, maka hidup kita pun akan nyaman . Jadilah teladan bagi orang lain, agar orang lain pun berbuat demi…