Langsung ke konten utama

Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

(Ilustrasi Sampah di Ciliwung, google.P.Yatipai/WEYAPO News)



Oleh : Petrus Yatipai


        Opini/Suara Penindasan --- Bicara tentang sampah pasti yang ada di benak kita adalah kotor, kumuh, dan menjijikan, memang benar ya. Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar dikota-kota besar di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di ibu kota republic ini. Berbgai upaya penanganan sampah sudah di coba oleh pemerintah namun hasilnya belum saja maksimal.

Sampah merupahkan material sisa yang tidak diinginkan  keterpakaiannya ,dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah yang ada hanya produk-produk yang dihasilakan dan selama proses alam tersebut berlangsug. Untuk mengatasi pembuangaan sampah disembarangan tempat, harus tanyakan diri pribadi seseroang dan  kesadarannya.

Membuang sampah pada tempatnya, adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara rutin dimana pun kita berada, tanpa kenal lelah. Dengan kita melakukan hal seperti ini, maka hidup kita pun akan nyaman . Jadilah teladan bagi orang lain, agar orang lain pun berbuat demikian. Kita lihat masalah ini, hanya sepele namun dampaknya sangat luar biasa dalam kehidupan kita sehari-hari. Kalau saya membuang sampah disembarang tempat, berarti dibelakang kita pun beribu orang yang ikut melakukan hal yang  serupa. Jadi, masalah ini harus dimulai dari diri pribadi kita masing-masing, sebelum kita melangkah ke orang lain. Tingkatkan budaya malu dalam kehidupan di lingkungan kita masing-masing, dalam memerangi pembuangan sampah di sembarangan tempat. Dengan kita membuang sampah pada tempatnya, akan memdatangkan berbagai macam dampak positif yang sangat menguntungkan bagi hidup kita, dan makluk-makluk hidup  lainnya.

lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang sehat. Dimana kita menghirup udara yang sejuk disitulah tingkat kesadaraan masyarakat pun selalu memupuk demi keselamatan makluk-makluk yang ada di muka bumi ini.  Jadilah penyelamat-penyelamat makluk hidup, dengan memerangi sampah di lingkungan sekitar kita.  Berbagai macam dampak yang akan kita peroleh jika kita membuang sampah secara sembarang, diantaranya Dampak pada kesehatan manusia, misalnya, penyakit diare, tifus, kolera dan sebagainya, namun ada juga dampak-dampak  sampah pada lingkungan yakni: pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan lain sebagainya. Janganlah kita bosan-bosan, membuang sampah pada tempatnya, biar itu sekecil apapun jenisnya.

 Iyasilah hari-harimu dengan membuang sampah pada tempat pembuangan sementara (TPS) yang sudah disediakan, sebelum diangkut trek sampah untuk tempat pembuangan terakhir (TPT). Biarkan alam ini bersih. Ada Pepatah berbunyi “ kebersihan adalah pangkal kesehatan”. Bersih itu indah. Kita diberi akal budi untuk membuang sampah pada tempatnya. Masalah kebersihan ini, harus diperhatikan secara serius oleh semua pihak, agar hidup kita pun bebas dari berbagai jenis bencana alam. Tanamkan rasa kepedulian kita akan lingkungan yang bersih dan indah. Bersih dan indah akan membawa kita pada kebahagiaan, kesenyuman, dengan alam dilingkungan sekitarnya. Alam akan marah ketika kita tidak memupuk rasa akan pentingnya lingkungan yang bersih dan indah. Alam bisa saja mendatangkan bencana banjir, ketika kita tidak peduli dengan lingkungannya. Itulah jenis kemarahan alam pada manusia. Alam disekitar kita pun sangat membutuhkan kepedulian, perberdayaan, pemeliharaan,Sama halnya dengan seorang ibu memberikan kasih sayang kepada si anaknya.

Posisikanlah Sampah-sampah itu dengan sebaik mungkin, sesuai jenis sampahnya. Karena bagi mereka yang berketrampilan dan berbakat yang baik, sangat membutuhkan sampah-sampah tersebut untuk mendaur ulang. Bagi mereka, sampah-sampah ini, sangat tinggi kegunaannya dan mempunyai nilai ekonomis yang bisa menjamin kehidupan mereka. Dari sampah-sampah tersebut, bisa saja menghasilkan sejenis bunga yang bagus, atau pun dapat manghasilkan  perhiasan-perhiasan lainnya.

Saya membuang sampah dipinggir jalan atau dilingkungan sekitarnya, berarti sama saja kita membunuh kehidupan  anak cucu kita kedepan.mari kita bersama-sama meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap alam kita, yang kara raya ini, melalui tindahkan-tindahkan kita yang nyata dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari berbagai jenis kotoran, agar alam ini pun selalu bersahabat  dengan kita. Alam pun sangat membutuhkan kasih sayang dari kita penghuni-penghuni alam yang selalu hidup berdampingan ini. Salah satunya yaitu kita membuang sampah pada tempatnya. Ketika kita banyak makan, perut kita akan terggangu. Sama halnya dengan, ketika kita membuang sampah secara disembarangan  tempat tanpa henti-hentinya , maka, alam akan muntah keluar melalui banjir dan lain sebagainya. Itulah salah satu jenis kemarahan alam terhadap manusia.

Alam adalah tempat hidupnya makluk biotic dan nobiotik. Bagaimana tindahkan kita dalam saling menyelamatkan satu dengan yang lain, demi tercapainya alam yang bebas dari segala jenis kotoran demi kehidupan kita kedepan. Dengan kita memelihara dan saling menyelamatkan makluk yang satu dengan yang lain maka, akan selalu bersahabat diantara kita.

   “Selamatkanlah aku dari berbagai jenis kotoran, aku mau hidup bebas dari sampah-sampah yang selalu saja berhamburan ditubuhku ini, usia saja semakin tua, tolong…tolong…tolong hargai aku”. kata Alam.

Penulis : Admin suarapenindasan.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…