Langsung ke konten utama

Waspadailah Dengan Tradisi Luar




(Fhoto Isl, Acara Bakar Batu suku Dani/SP)



Oleh : Petrus Yatipai 

               Opini/WEYAPO News --- Generasi mudah papua adalah agen perubahan membangun Papua hari esok. Generasi Mudah Papua juga sebagai harapan semua pihak dalam memajukan dan meningkatkan kesetiap sektor yang ada diseluruh tanah air Bumi Cenderawasih. Kalau demikian, apa yang harus saya lakukan saat ini? Inilah sebuah pertanyaan yang akan muncul ketika saya ditunjuk sebagai agen perubahan, tombak ukur, panutan, oleh masyarakat. 

            Penulis mengharapkan agar kita tidak terbawa oleh arus dengan tradisi-tradisi/kebiasaan-kebiasaan yang sedang meluas melalui masa pradaban yang sedang kita rasakan ini. Cara pandang kita pun akan mengalami perubahan dari ketiap jamnya, apabila budaya-budaya luar tersebut diterima secara seutuhnya. 

            Bukan berarti kita menolak untuk menerima tradisi-tradisi luar ini, tetapi asal dapat dan berpandai-pandai dalam mengikuti kemajuan-kemajuan yang sedang mendunia dalam kehidupan masyarakat tradisional hingga pada masyarakat modern masa kini. Meningkat terusnya budaya-budaya luar dari setiap waktu yang ada maka kita diharuskan agar cepat dan tepat untuk menyikapi dan melihat kebiasaan-kebiasaan luar ini agar tidak gampang sekali mempengaruhi dalam kehidupan kita yang semula.

            Penulis menekankan kembali kepada seluruh anak-anak mudah Papua Melanesia dimana saja berada, supaya jangan cepat terpengaruh dengan budaya-budaya luar namun disela-sela itu perlu ditampilkan juga jati diri kita yang sesungguhnya sebagai anak-anak bangsa Melanesia di Papua. 

            Anak-anak mudah Papua , mari mamajukan kebiasaan-kebiasaan kita yang selamanya ada bersama kita untuk terus ditampilkan agar jati diri sebagai anak Papua sangat menonjol di era modern ini, agar semua ini tetap terjaga. 

            Kebiasaan luar yang sangat bertentangan dengan kehidupan kita orang Papua dimata dunia kita harus memusnahkan semua itu. Karena melalui itu, wibawah suku, marga, ras, dan bangsa Papua sangat merusak dimata umum. Dalam kehidupan Anak cucu kita pun akan ikut dikorbankan melalui tindahkan-tindahkan kita sendiri yang tidak bermartabat itu. Kita harus menjaga nama baik, bangsa Papua melalui setiap tindahkan dalam setiap detiknya. Jangan pernah saling menjual satu dengan yang lain dengan kepentingan-kepentingan individual.

            Penulis bukan melarang untuk menerima pengaruh-pengaruh luar yang kian mendunia ini. Kita sebagai satu manusia yang diciptakan oleh Allah sesuai gambar dan citeranya dengan berakal budi, untuk itu tradisi-tradisi luar yang sementara berkembang, apabila membahayakan/merusak dalam kehidupan orang asli Papua Melanesia kita diharuskan untuk menghindarinya. Karena ketika kita menerima hal-hal itu akan membawa suatu persolan publik dalam kehidupan kita anak-anak Papua itu sendiri.

            Penulis mengakui  bahwa zaman ini zaman modern. Hal ini sangat benar dan wajar untuk diungkapkan, tetapi menjadi masalah besar adalah dengan masuknya zaman ini dengan pengaruh-pengaruh luar yang nilainya merusak wibawah anak Papua tetapi tradisi-tradisi tersebut masih menjumpai dan tetap diterima oleh kalangan anak-anak mudah Papua. 

Apabila kita anak-anak Papua selalu membuka mata tanpa membedakan baik buruknya budaya-budaya luar yang masuk untuk terus diterima maka, beberapa tahun kedepan Papua hancur dengan hasil ulah kita anak-anak Papua sendiri. Nama Suku hancur, nama Marga hancur, nama Ras hancur, bahkan Kepulauan Papua ini pun akan ikut hancur. 

Jadi, hal tersebut kembali ke diri pribadi kita anak-anak Papua. Harus ada kesempatan untuk kembali menyadarinya. Ketika saya melakukan dan menerima tradisi luar yang kurang bermartabat akibatnya apa yang akan terjadi. dan ketika saya menerima hal kebaikan, apa hasil akhirnya. Kita perlu membangun kesadaran dalam diri kita anak-anak Papua dan juga cerdas dalam hal memilah-milahkan pengaruh-pengaruh luar yang terus berkembang seiring berjalan waktu ini.

Penulis mengharapkan agar perlu ada ruang untuk membahas dan mengkaji hal ini bersama-sama, demi menjaga keutuhan kita bersama dalam meningkatkan jati diri kita maupun tradisi-tradisi kita yang tumbuh dan berkembang bersama dalam hidup orang Papua itu sendiri, agar budaya-budaya orang asli papua ini tidak terbawah oleh perkembangan. 


Penulis : Admin suarapenindasan.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…