Langsung ke konten utama

Jaksa Penuntut Umum Ajukan Banding Ke Pengadilan Tinggi Papua Atas Ke 4 Aktivis KNPB Mnukwari


(Fhoto: ke-4 Akvitis KNPB Saat Sidang berlangsung di PN Manokwari/WEYAPO News)

Manokwari/WEYAPO News --- Rabu, 18 november 2015 dalam sidang TUNTUTAN jaksa menuntut 4 aktivis KNPB divonis 2 tahun. Namun, pada hari jumat, 20 november 2015 berlangsung sidang Pembelaan oleh penasehat hukum dari LP3BH Mnukwar. senin, tangal 23 november 2015 pengadilan negeri mnukwar telah memutuskan vonis 1 tahun 6 bulan kepada aktivis KNPB ; 1. Alexander Nekenem (ketua KNPB Mnukwar) 2. Yoram Magai 3. Novi Umawak 4. Othen Gombo Rabu, 25 november 2015, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan akta banding ke pengadilan tingi Papua. Akta banding terdaftar di No : 08/akta.pid/2015/PNMnk. 


Kronologi; Ke 4 orang aktivis KNPB ditahan pada tangal 20 mei 2015.

Saat itu mereka melakukan aksi dengan agenda atau tujuan aksi;
1. Menuntut agar negara segera membuka akses jurnalis asing di  tanah  papua. (Sesuai pernyataan presiden JOKOWI)
2. Segera membuka ruang demokrasi bagi rakyat west papua.
3. Mendukung ULMWP sebagai perwakilan orang papua sebagai rumpun Melanesia di MSG.(Indonesia melalui MELINDO dan PAPUA melalui ULMWP keduanya telah diterima di MSG).
Aksi saat itu berakhir dengan diangkutnya 73 orang ke markas Brimob. Pada saat itu aksi dilakukan di seluruh tanah papua. Namun pertanyaannya, kenapa pengadilan negeri mnukwar mengadili ke 4 aktivis KNPB sedangkan pengadilan negeri lain tidak, padahal aksi dilakukan dengan tujuan yang sama di seluruh tanah papua ? Kami dari KNPB, PRD Mnukwar akan menerima apapun keputusan pengadilan indonesia. Sebab mereka adalah tahanan hati nurani rakyat west papua. Mereka TAHANAN POLITIK yang nantinya masuk perhitungan dalam sorotan internasional dan semangat rakyat west papua atas ketidak adilan bagi rakyat west papua.
Sekali lagi indonesia melakukan kesalahan, kenapa? Tangal 19 november indonesia berhasil memaksakan tuan philip Karma dan mengeluarkannya dari trali besi. Namun sekarang masalah tambah rumit. Mereka 4 orang yang ditahan sudah jelas kesalahan aparat dan negara indonesia. Sebenarnya kesalahan mereka dimana? Dalam keteranagan para saksi juga tidak membuktikan adanya penghasutan dalam aksi sesuai pasal yang dituduhkan 160 KUHP. Agenda aksi mereka jelas. Masa aksi tidak melakukan perlawanan saat ketuua KNPB ditangkap dan dibawa lari oleh 4 orang aparat keamanan berpakaian preman. Masa aksi serentak menyerahkan diri dengan menaiki kendaraan milik polisi dan diangkut menuju Mako brimob. Dalam Proses persidangan terdapat Spanduk berlatar bendera bintang fajar yang bukan milik KNPB yang dihadirkan sebagai barang bukti. Salah satu saksi Yobin Kum, tidak berada di TKP namun dalam BAP ia berada di TKP. Dalam penyampaian keterangan ke-4 terdakwa dalam persidangan Menyampaikan bahwa; Yoram Magai : saya merupakan sekjen KNPB Mnukwar. Saya hanya merubah tempat, nama ketua, kop dan nama daerah pada selebaran aksi yang dikirim dari KNPB Pusat. Saat itu kira-kira jam 10.00 saya menuju titik aksi amban. Saya melihat masa aksi diatas trek jadi dia juga ikut naik diatas trek dan dibawa ke mako brimob bersama masa aksi. Alexander Nekenem : saya ketua KNPB Mnukwar. Saya tiba di titik aksi jam 9.00. saya sampaikan orasi sesuai agenda kami di Spanduk. Saya juga menyampaikan yel-yel PAPUA..... masa jawab MERDEKA..... 4 orang aparat menangkap dan membawa saya ke mako brimob mengunakan mobil. Tidak ada intimidasi saat itu. Hakim menanyakan, apakah ia menyesal ketika ditahan dan disidangkan? Alexander menjawab; “Saya Menyesal Karena Ruang Demokrasi Orang Papua Dibungkam”. NOVI UMAWAK mengatakan,  saat itu saya di kampus. Saya melihat ada aksi. Saya ambil mega phone dan pimpin doa. Setetah itu saya keluar dari tali komando. Saya dapat sms dari teman bahwa mereka di mako brimob dan dia minta saya bawakan gorengan. Jam 2.00 siang, saya bawa gorengan ke mako brimob. Setelah itu masa aksi yang ditahan kumpul uang dan serahkan ke saya lalu saya pergi beli gorengan dan bawah untuk mereka. Saat itu polisi pangil dan periksa serta tahan saya. Othen Gombo : Saya angota KNPB Mnukwar. Saya ikut berorasi sesuai agenda kami saat itu. Tidak ada agenda papua merdeka dalam aksi kami. Dengan demikian ke-4 aktivis KNPB dijatuhi vonis 1 tahun 6 bulan. Setelah mendengar putusan hakim, salah satu penasehat hukum Theresje J. Gaspersz menyampaikan kepada KNPB bahwa "4 orang ini adalah tahanan terhormat. Pekerjaan mereka sangat mulia. Seharusnya mereka mengenakan Jas dan dasi saat sidang putusan. Saya banyak membantu kasus TAPOL. namun mereka ini tidak ada kesalahan". Akhirnya, JAKSA PENUNTUT UMUM mnukwar Irna Indira Ratih. SH selaku penuntut Umum mengajukan banding ke pengadilan Tingi Papua. 

"KNPB dan PRD Mnukwar memohon dukungan DOA dan MEDIASI dari Rakyat west papua dan semua media di tanah papua".

Penulis Rafael Natkime,Sekretaris Parlemen Rakyat Daerah Mnukwar (PRDM)
Sumber : KNPB Mnukwar News

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Oleh : Petrus Yatipai


Opini/Suara Penindasan --- Bicara tentang sampah pasti yang ada di benak kita adalah kotor, kumuh, dan menjijikan, memang benar ya. Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar dikota-kota besar di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di ibu kota republic ini. Berbgai upaya penanganan sampah sudah di coba oleh pemerintah namun hasilnya belum saja maksimal.
Sampah merupahkan material sisa yang tidak diinginkan  keterpakaiannya ,dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah yang ada hanya produk-produk yang dihasilakan dan selama proses alam tersebut berlangsug. Untuk mengatasi pembuangaan sampah disembarangan tempat, harus tanyakan diri pribadi seseroang dan  kesadarannya.
Membuang sampah pada tempatnya, adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara rutin dimana pun kita berada, tanpa kenal lelah. Dengan kita melakukan hal seperti ini, maka hidup kita pun akan nyaman . Jadilah teladan bagi orang lain, agar orang lain pun berbuat demi…