Langsung ke konten utama

Jangan menghakimi



Yesus Kristus (Fhoto Isl/WEYAPO News)



Oleh : Petrus T. Yatipai


    Renungan/WEYAPO News --- “Tetepi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudarau? Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Allah.” (Roma,14:10)

    Kalau kita mau mengakui dengan jujur, seringkali kita begitu mudah melihat dan menilai keberadaan orang lain, baik itu dalam hal kelemahannya, kesalahannya dll, dari pada melihat dan mengoreksi diri kita sendiri terlebih dahulu. Adalah paling mudah untuk menghakimi orang lain, daripada berjiwa besar mengakui kesalahan diri sendiri. Kesalahan sedikit dari orang lain akan tampak besar dipandangan kita, sementara kita mengabaikan keberadaan diri kita sendiri yang kadang kala menyakiti orang lain. Sungguh, menghakimi orang itu adalah pekerjaan yang paling mudah, “janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi,akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok didalam matamu tidak engkau ketahui?” (Mat:71-3)

    Firman Tuhan diatas seringkali kit abaca dan juga kita dengar di Gereja, namun kita mudah lupah atau memang sengaja melupahkannya, sehingga tindahkan menghakimi orang lain tetap kita lakukan. Mulai dari bangun pagi, tempat kerja, atau dijalan, pikiran dan mulut kita tidak berhenti untuk mengumpat dan mencari-cari kesalahan orang lain ataupun teman sendiri. Kritik demi kritik terlontar dari mulut kita, tapi yang kita sampaikan sering kali bukan kritik yang membangun, justru kritik yang pedas dan mempermalukan orang lain dan cenderung menghakimi, sehingga orang lain menjadi sakit dan terluka hatinya. Apakaha hal itu mencerminkan sikap sebagai seorang Kristen? Melalui renungan singkat diatas, Tuhan mengingatkan agar kita tidak lagi gampang menghakimi orang lain karena itu sangat bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.sebelum kits melontarkan kritik atau mencari-cari kesalahan orang lain, terlebih dahulu biarlah kita melihat diri kita masing-masing,sudahkah hidup kita  benar?

“Demikianlah setiap orang diantara kita akan memberikan pentanggungan jawab kepada Allah.” (Roma,14:12)



Penulis : Admin Media Online WEYAPO News.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…

Budayakan Membuang Sampah Pada Tempatnya

Oleh : Petrus Yatipai


Opini/Suara Penindasan --- Bicara tentang sampah pasti yang ada di benak kita adalah kotor, kumuh, dan menjijikan, memang benar ya. Sampah memang masih menjadi salah satu masalah terbesar dikota-kota besar di Indonesia, salah satu contohnya adalah sampah di ibu kota republic ini. Berbgai upaya penanganan sampah sudah di coba oleh pemerintah namun hasilnya belum saja maksimal.
Sampah merupahkan material sisa yang tidak diinginkan  keterpakaiannya ,dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah yang ada hanya produk-produk yang dihasilakan dan selama proses alam tersebut berlangsug. Untuk mengatasi pembuangaan sampah disembarangan tempat, harus tanyakan diri pribadi seseroang dan  kesadarannya.
Membuang sampah pada tempatnya, adalah sesuatu yang harus kita lakukan secara rutin dimana pun kita berada, tanpa kenal lelah. Dengan kita melakukan hal seperti ini, maka hidup kita pun akan nyaman . Jadilah teladan bagi orang lain, agar orang lain pun berbuat demi…