Langsung ke konten utama

Masalah Pilkada Dinilain Sumber Konflik Memecah-belah keutuhan Orang Papua



(Foto, Doc. Petrus Yatipai/WEYAPO News)

Oleh : Petrus Yatipai

Opini/KM--Politik birokrasi Indonesia telah menjadi rutinitas utama bagi masyarakat diseluruh pelosok, entah itu di pasar, di jalan, di terminal, di rumah bahkan sampai di toilet pun, masih menjadi buah bibir tanpa melihat sebab akibat. Semuanya itu menjadi nyata setelah mengikuti kehidupan di masyarakat publik dimana-mana, terlebih khusus di seluruh tanah air di Bumi Cenderawasih.

Apa lagi, musim-musim ini telah dilangsungkan dengan Pilkada serentak yang terdiri dari ratusan Kabupaten dan beberapa Provinsi dengan kandidatnya masing-masing.

Maka, Situasi yang dibangun adalah konflik antar suku, marga, keluarga, suami dengan isteri, ayah dengan anak, Kampung yang satu dengan kampung yang lain. Dengan dasar itu, tenggelamnya nilai persaudaraan, keharmonisan, kegotong-royongan, persatuan dan kesatuan.

Jati diri marga, keluarga, suku, dan bangsa hanya tinggal jejak. Rakyat kecil yang pada awalnya hanya tahu berkebun dan menangkap ikan di laut, kini sangat pintar berpolitik dirana sistem birokrasi ini. Mengapa hal ini harus terjadi ? Butuh waktu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Melihat kondisi itu, masyarakat kecil menjadi korban kekerasan demi menyelamatkan kepentingan politiknya. Contoh kecil saja, kita dapat melihat dalam Pilkada serentak yang dilakukan di Republik ini khusus wilayah Kabupaten Nabire, pada 09 Desember 2015 walau dilanda dengan hujan deras, namun masyarakat memainkan perannya dengan, aksi berjalan kaki mengunjungi kesetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi menyelamatkan kubuhnya.

Penulis sangat menyesal atas tindahkan masyarakat Orang Asli Papua (OAP) ini. Ketika ada kegiatan yang dilakukan oleh orang Papua, demi membela hak-hak dasar Orang Asli Papua, yang ambil bagian didalam bisa dihitung dengan jari. Semakin hari semakin dibelengu dengan system ini, sehingga Jati diri kita sebagai anak Papua Melanesia terus menerus diinjak-injak oleh tindahkan kita sendiri.

Sumber : www.kabarmapegaa.com

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…