Langsung ke konten utama

Pemilik Negeri Mati Konyol diatas Kekayaannya

(Foto Doc.Prib P.Yatipai/Ist,Weyapo News)
 
 
Oleh : Petrus Yatipai
 
 

Opini/Weyapo News --- Pulau Papua adalah, Pulau bagaikan seorang Gadis cantik Melanesia yang jelita, sehingga pulau ini menjadi rebutan setiap bangsa-bangsa di Dunia dan menjadi daerah konflik yang berkepanjangan yang menimbulkan korban Penduduk Asli dan Pelanggaran-pelanggaran terhadap Hak-hak Dasar Masyarakat Asli Papua.

Melihat dari situasi itu yang terus berlanjut di Papua, Anak pribumi, “Bagaikan seekor Tikus yang mati di atas lumbung Padi”. Demi kekayaannya, pemilik Negeri mati konyol oleh para penguasa kaum kapitalis, Imperialis, dan para penguasa lainnya asas kepentingannya. Pokok dasar hidup manusia adalah Firman Tuhan dari Kitan Ulangan 28:33 berfirman bahwa : “Suatu Bangsa yang tidak kau kenal akan datang dan memakan hasil bumi mu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak”. Diatas kekayaannya, Anak Negeri tergenosida melalui system politik dan birokrasi mereka yang sistematisasi demi merebut Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia dengan ketargetan menuju pada pemusnahan.

Pemusnahan Ras sedang gempar diseluruh tanah air (West Papua), ikut termusnah pula segala isi Harta Kekayaan yang ada. Pada awalnya Manusia diciptakan untuk saling memelihara, menjaga, melestarikan makluk-makluk dibumi. Apalagi manusia adalah makluk social termulia diantara makluk hidup lainnya. Manusia diberi akal untuk saling berinterasi agar hidup rukun,harmonis, sejatera dan damai. Ditempatkan juga dengan letak geografisnya masing-masing dimana setiap manusia menghuni dan mendiami tanpa memandang, Agama,Ras,Suku,dan Budaya.

Sang pencipta itu Maha adil. Simple kecil yang bisa penulis temukan dalam penulisan opini adalah Allah memberikan Puteranya yang tunggal kepada para Algojo-algojo dan penguasa-penguasa pemerintahan dimasa itu untuk dia harus disiksa dan kemudian wafat dikayu salib demi umatnya yang telah jatuh kedalam dosa maut agar dibangkitkan dan dibawah keluar dari belenggu-belenggu kejahatan. Allah memberikan pula hujan untuk dinikmati oleh kita manusia tanpa memandang perbuatan dan perilakunya.

Sangat aneh dan mengherankan perbuatan Negara melalui, Aparat Negara TNI, POLRI, BRIMOB, DENSUS 88, melalui para investo-investor Nasional dan Internasional (Asin) warga negaranya, kekayaannya, hak-haknya, terus dilenyapkan secara sewenang-wenang tanpa merasa bersalah atas tindahkan busuknya itu.

Pantau dari kondisi itu bahwa, seluruh Orang Asli Papua (OAP) yang berada dalam negeri maupun ditingkat mancanegara turun jalan teriak MERDEKA sangatlah wajar dan Negara harus melihat aspirasi dan hak-hak anak pribumi dengan berlapang dada tanpa memperalatkan alat-alat fisik Negara untuk mengacaukan kondisi yang ada. Terik Merdeka karena hak, dan mereka sedang merasakan ketraumaan yang berkepanjangan oleh colonial Indonesia diatas Negerinya.
 
 
Penulis : Admind Media Online Weyapo News 

Postingan populer dari blog ini

2015 Indonesia Akan Bubar,ini 34 Bendera Gerakan Perjuangan

Akreditasi “B” STIH Manokwari Akan Buka Program S2

Kekuatan Militer Indonesia Di Papua Melebihi Orang Asli Papua

Pendoropan Pasuka M iliter Di Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat, pendropan militer di papua kebanyakan TNI angkatan darat angkatan laut dan juga kopasus, beberapa hari sebelummya pengiriman militer dalam skala besar di kirim melalui kapal perang , beberapa hari lalu namun baru kemarin   pada tanggal 30 september 2013 sejumlah anggota TNI dikirim melalui pesawat. Bukan hanya itu namun pengiriman pasukan dalam hal ini TNI angkatan darat dikirim melalui kapal pada hari rabu tanggal 02 september 2013 di pelabuhan jayapura.  Tanah Papua kini dikuasai oleh militer baik angkatan organik maupun non organik, sejumlah proyek di papua, seperti pembagunan ruas jalan pembagunan dalam skala besar semua diambil ali oleh militer, bahkan pemerintahan di tanah papua pada umumnya dikontrol oleh militer indonesia . Penempatan sejumlah anggota TNI yang organik maupun non organik,  jumlah anggota TNI di papua melebihi jumlah masyaraka asli papua yang ada di papua, hal ini akan mengganggu fisig…