Pastor Alo PR, Iri Hati Membunuh-mu - WEYAPO NEWS

Breaking

19 Sep 2015

Pastor Alo PR, Iri Hati Membunuh-mu

(Foto Altar Paroki St.Emanuel Sanggeng Manokwari saat usainya Misa I Minggu,(20/09) pagi tadi)

 
Manokwari/Suara Penindasan --- Orang iri hati, cemburu karena tidak mau berdoa dan berusaha berjuang keras. Anda iri hati tetapi tidak memperolehnya dan saling membunuh, Anda iri hati tetapi tidak mendapatkannya dan saling bertengkar. Pada bacaan pertama dari  kitab kenbijaksaan (Keb : 2: 12.17-20) berbicara tentang, bagaimana orang yang melakukan kebaikan dan kebenaran untuk dibicaran, bahkan membunuhnya,Kata, Pr.Paroki St. Emanuel Sanggeng Manokwari,Alo PR, dalam Kotbahnya, hari ini minggu (20/09/2015) pagi tadi.

Pr Alo, mengatakan juga,kita mendapat tantangan dan cobaan ketika melakukan hal kebaikan,  itu sangat baik. Jadi, maju terus, lakukan terus, karena dengan melalui itulah,kita akan diberkati dan mendapat jalan keselamatan dalam hidupnya.

Sang pembebas Aktivis sejati Yesus Kristus putra Tunggal Allah, pernah ditangkap, difitnah, dicemoho, disiksa, bahkan sampai dibunh karena melihat kebaikan perjuangannya terhadap umatnya waktu itu. Akhirnya para penguasa tidak setuju dengan jasa-jasanya dan menghabisi nyawanya tetapi, pada hari yang ketiga (hari minggu) dia dibangkitkan dari kuburnya. Kata Alo.

Untuk itu, berkat yang diberikan oleh Allah kepada kita manusia, jangan disia-siakan. jangan pakai beli untuk minum Mabok, karena disitulah akan muncul, iri hati, cemburu, bahkan pula berbagai hal kejahatan lainnya. Karena berkat yang kita dapat adalah kasih Tuhan,Kata Pastor.

Dalam kotbahnya itu, Pr.Alo, membacakan satu pasal dari Kitab Kebijaksanaan (Keb:2:12)”Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita iamenjadi gangguan sertam menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah,dan menyebut dirinya anak Tuhan”.

Mengakhiri kotbahnya, Pr. Alo PR mengatakan, ketika kita berbicara hal kebaikan dan kebenaran, jangan pernah takut, karena kebaikan dan kebenaran bersumber dari Allah pencipta langit, bumi dan segala isinya. Pungkasnya. (Petrus Yatipai/SP)