Suara Kebenaran Mengalir Dari Hati Nurani - WEYAPO NEWS

Breaking

7 Nov 2015

Suara Kebenaran Mengalir Dari Hati Nurani

(Fhoto:Duc Pribadi P.Yatipai/WEYAPO News)


Oleh : Petrus Yatipai
       



Artikel/SUARA PENINDASAN --- Kami berkata-kata dan berani bertindak menyuarakan suara kebenaran ditengah-tengah kehidupan yang hina ini karena ketidak adilan terus mendunia. Kebenaran tidak ada seorang pun yang dapat membendungnya,dia yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya pun tunduk pada nilai-nilai kebenaran itu. Apa lagi kita manusia yang adalah hasil ciptaannya dan sebagai makluk utusan ini.

        Suara kebenaran adalah suara yang mengalir dari hati nurani. Kebenaran terus bersuara karena fakta sejarah telah mencatat bahwa hal itu adalah benar dan nyata yang pernah terjadi di zaman itu. Itulah kata sejarah ketika kita mengkaji dan melihat kembali persoalan yang pernah terjadi diwaktu yang telah silam itu.

        Karena kebenaran kami harus bersuara demi menghadirkan keadilan dalam kehidupan diatas negeri ini. Apa salahnya, saya bertindak membuktikan kebenaran catatan-catatan sejarah yang sedang diarsipkan dikediamanmu sejak itu hingga kini. Fakta sejarah, biar pun engkau di Bom dengan Bom Atom tidak pernah sirnah, karena kebenaran sejarah, mengumpamakan globe dunia. Walaupun engkau mengebom satu dunia ini, tidak akan pernah dimusnahkannya.

        Kebenaran sejarah akan tetap terukir, biarpun anak-anak negeri peduli kebenaran dan keadilannya ini terus dilenyapkan. Suara-suara kebenaran kami yang terungkap dari tengah-tengan penindasan ini karena kebenaran adalah suara yang datang dari sang pencipta. Jangan terus dipandang kami dengan sebelah mata,ada saatnya untuk akan diadili semua itu. Wajarkah seorang Ibu memberikan Daging Manusia ketika anaknya minta Daging Ayam? Hidup diatas negeri ini sangatlah terbalik.

Penulis teringat semasa bangku pendidikan didusun tentang mata pelajaran sejarah yang pernah Bapak Guru singgung tentang apa itu “Jasmerah” disaat itu Bapak Guru mengatakan, hal sekecil apapun yang orang tua buat untuk demi kemajuan kalian kedepan, ingatlah hal itu, karena itu sejarah. Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat "Jasmerah" adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966,Kata Bapak Guru itu dalam penjelasan materinya diruang kelas. Kalau demikian , haruskah fakta sejarah perlu dilupahkan? Indonesia yang dikatakan sebagai negara hukum harus sadar dan melihat kembali catatan sejarah hukum yang ada itu.

        Pembohongan akan menghancurkan kehidupan publik didalam negaranya. Wibawah negara hancur, harga diri bangsa pun akan terus diinjak-injak oleh bangsa lain ketika menindas bangsanya sendiri. Kalau terus begini apakah kebenaran itu akan ada? Diatas tanah leluhur ini membutuhkan orang yang berjiwa independen, dalam melihat dan menyelesaikan semua persoalan yang terus dirasakan oleh anak-anak negeri yang masih saja dibodohi, ditindas, dan dibungkam semua kenyataan itu. 

        Keterbukaan hati sangatlah penting, agar mengungkapkan isi hati atau pun fakta-fakta sejarah yang pernah ada untuk diketahui oleh semua elemen. Aturan dinegara ini telah diatur tentang keterbukaan informasi publik yang dicantumkan dalam Undang-undang republik indonesia Nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan informasi publik. Fungsikan aturan tersebut, jangan dipermainkan norma-norma itu. Aturan dibuat dan hadir ditengah-tengah rakyat supaya dipatuhi dan mentaatinya. Norma-norma ini dirancang bukan untuk mencari kepentingan, namun bagaimana menegakkan dan menjalankan aturan-aturan yang ada agar situasi negaranya aman.


Penulis: Admin weyaponews.blogspot.com
       
Posting Komentar